Minggu, 03 April 2011

Sakit Kepala, Apakah Harus Meminum Obat?

Mengingat cukup banyaknya efek samping dari penggunaan obat sakit kepala, ada baiknya mencoba pengobatan non-obat yang alami yang dapat membantu mencegah serangan atau bahkan mengobati sakit kepala. Kami menyadur dari www.faqs.org yang telah mengumpulkan informasi tentang pengobatan alami tersebut, dan kebanyakan pengobatan yang diinformasikan berikut terbukti efektif, dan umumnya punya dasar teori yang berhubungan.

Pengobatan alami umumnya tidak memiliki efek samping. Sering kali

beberapa pengobatan alami dapat dilakukan secara bersamaan. Jika satu pengobatan dapat mengurangi nyeri kepala, makapengobatan yang lain dapat membantu mengurangi atau bahkan menghilangkan nyeri kepala yang timbul.

Perlu diingat bahwa tidak semua pengobatan ini efektif pada setiap orang. Efek yang dirasakan pun mungkin berbeda. Beberapa pengobatan bisa jadi malah menambah rasa sakit kepala, danbeberapa pengobatan mungkin malah tidak berefek sama sekali. Anda boleh memutuskan untuk mencoba beberapa metode pengobatan dan memilih metode terbaik untuk Anda.

1. Untuk Efek Segera

Tindakan pengobatan di bawah ini dilakukan untuk menghilangkan atau mengurangi nyeri saat sakit kepala menyerang.

Mandi dengan cara menyiram tubuh atau dengan shower.

Istirahat, berbaring di ruangan gelap.

Hindari lampu terang atau nyala lampu yang menyilaukan.

Taruh sesuatu yang dingin di bagian belakang leher, seperti handuk yang dingin dan basah; atau taruh bergantian antara handuk dingin dan handuk hangat di tempat nyeri

Taruh kompres dingin di kening, sambil merendam kaki di wadah berisi air hangat.

Minum air atau jus buah alami, terutama jus tomat.

Apabila Anda belum makan sama sekali, coba konsumsi makanan atau minuman yang bergizi

Pijatlah wajah, kepala, leher, bahu dan punggung Anda agar otot-otot lebih rileks.

Tekan dua titik pressure di bagian belakang leher yang berjarak kira-kira dua inci, terletak tepat di bawah tengkorak, satu sampai dua menit. Tindakan ini dapat melepaskan endorphin yang dapat membantu melegakan nyeri.

Pijat atau tekan bagian berdaging antara ibu jari dan jari telunjuk.

Tekuk pelan-pelan kepala Anda ke kanan atau ke kiri untuk meregangkan otot-otot leher. Pijat dan rileks-kan otot-otot yang tegang.

Hindari sumber stress.

Hindari berolahraga saat sakit kepala jika olahraga tersebut menambah nyeri pada kepala dan leher.

Minum vitamin C, vitamin B6, choline, triptofan, serta niacin dan/atau magnesium

2. Pengobatan a la Chiropraktik

Menurut kaidah chiropraktik, sakit kepala kadangkala disebabkan oleh bergesernya tulang belakang dari tempatnya, tapi karena pergeseran ini sangat sedikit biasanya tidak terdeteksi. Pergeseran ini bisa jadi disebabkan karena mengangkat barang yang berat atau posisi duduk yang salah yang bisa mengganggu syaraf-syaraf di tulang belakang sehingga menyebabkan sakit kepala. Chiropractor (praktisi chiropraktik) biasanya mengobati sakit kepala dengan mendorong tulang-tulang tersebut secara perlahan untuk mengembalikan posisinya.

Metode yang dapat melegakan sakit kepala yang disarankan oleh chiropractor adalah dengan melakukan peregangan otot leher ke kiri dan ke kanan secara perlahan dan lembut (peringatan : jangan melakukan gerakan berputar!). Hindari duduk dengan kepala tertunduk dalam waktu yang lama dan berbaring telentang dengan kepala disangga bantal. Jika hendak memakai bantal sebaiknya gunakan bantal yang dapat menyangga leher tapi tidak menyangga kepala terlalu tinggi. Saat berbaring miring, gunakan bantal untuk menyangga kepala dan leher. Saat duduk, contohnya bekerja dengan computer, sering-seringlah mengubah posisi duduk dan cermati apakah ada otot bahu yang tegang saat menyangga tangan.

3. Biofeedback

Dengan biofeedback, seseorang akan belajar mengendalikan fungsi tubuh yang diatur oleh syaraf tak-sadar, misalnya detak jantung. Beberapa fungsi tubuh seperti otot tegang, telapak tangan yang dingin dan dilepaskannya hormon-hormon dalam darah seperti adrenalin adalah kendali syaraf tak-sadar yang terlibat dalam sakit kepala.

Biofeedback berarti memanfaatkan informasi yang tersedia oleh tubuh yang dikendalikan oleh syaraf tak sadar, lalu secara sadar informasi-informasi tersebut dirubah agar sesuai dengan kehendak kita. Apabila hal ini dilatih terus menerus, orang akan terbiasa mengatur fungsi tubuhnya agar bekerja sesuai kehendaknya.

Fase I pada migrain mirip dengan respon tubuh terhadap rasa takut. Pada fase I, darah dari tangan dan kepala mengalir ke otot besar. Tangan, terutama ujung-ujung jari akan menjadi dingin karena darah tertarik keluar. Perasaan bingung atau ketidakmampuan untuk berpikir jernih yang muncul dalam fase I mirip dengan rasa takut. Rasa nyeri akan muncul di fase II, ketika pembuluh-pembuluh darah kepala dan leher over-reaksi dan melebar kembali ke bentuk yang lebih besar daripada ukuran normal. Sakit kepala ini dapat dicegah dengan menurunkan tingkat keparahan fase I yang kemudian dapat mencegah terjadinya fase II.

Tingkat hormon dalam darah yang menyebabkan kontraksi pembuluh-pembuluh darah, seperti serotonin dan adrenalin, bisa dikendalikan dengan biofeedback, misalnya dengan memikirkan hal-hal yang bersifat rileks dan menyenangkan. Kadar serotonin dapat dimonitor dengan memeriksa temperatur pada jari dan tangan misalnya dengan menggunakan thermometer atau dengan menempelkan telapak tangan pada pipi. Jika tangan terasa hangat atau panas, artinya sudah sesuai dengan suhu tubuh. Apabila hal ini sering dilakukan, lama-lama orang akan menemukan tehniknya sendiri-sendiri dalam mengendalikan fungsi tubuhnya.

Sumber : www.faqs.org dan www.cartercenter.org

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih :)

Minggu, 03 April 2011

Sakit Kepala, Apakah Harus Meminum Obat?

Mengingat cukup banyaknya efek samping dari penggunaan obat sakit kepala, ada baiknya mencoba pengobatan non-obat yang alami yang dapat membantu mencegah serangan atau bahkan mengobati sakit kepala. Kami menyadur dari www.faqs.org yang telah mengumpulkan informasi tentang pengobatan alami tersebut, dan kebanyakan pengobatan yang diinformasikan berikut terbukti efektif, dan umumnya punya dasar teori yang berhubungan.

Pengobatan alami umumnya tidak memiliki efek samping. Sering kali

beberapa pengobatan alami dapat dilakukan secara bersamaan. Jika satu pengobatan dapat mengurangi nyeri kepala, makapengobatan yang lain dapat membantu mengurangi atau bahkan menghilangkan nyeri kepala yang timbul.

Perlu diingat bahwa tidak semua pengobatan ini efektif pada setiap orang. Efek yang dirasakan pun mungkin berbeda. Beberapa pengobatan bisa jadi malah menambah rasa sakit kepala, danbeberapa pengobatan mungkin malah tidak berefek sama sekali. Anda boleh memutuskan untuk mencoba beberapa metode pengobatan dan memilih metode terbaik untuk Anda.

1. Untuk Efek Segera

Tindakan pengobatan di bawah ini dilakukan untuk menghilangkan atau mengurangi nyeri saat sakit kepala menyerang.

Mandi dengan cara menyiram tubuh atau dengan shower.

Istirahat, berbaring di ruangan gelap.

Hindari lampu terang atau nyala lampu yang menyilaukan.

Taruh sesuatu yang dingin di bagian belakang leher, seperti handuk yang dingin dan basah; atau taruh bergantian antara handuk dingin dan handuk hangat di tempat nyeri

Taruh kompres dingin di kening, sambil merendam kaki di wadah berisi air hangat.

Minum air atau jus buah alami, terutama jus tomat.

Apabila Anda belum makan sama sekali, coba konsumsi makanan atau minuman yang bergizi

Pijatlah wajah, kepala, leher, bahu dan punggung Anda agar otot-otot lebih rileks.

Tekan dua titik pressure di bagian belakang leher yang berjarak kira-kira dua inci, terletak tepat di bawah tengkorak, satu sampai dua menit. Tindakan ini dapat melepaskan endorphin yang dapat membantu melegakan nyeri.

Pijat atau tekan bagian berdaging antara ibu jari dan jari telunjuk.

Tekuk pelan-pelan kepala Anda ke kanan atau ke kiri untuk meregangkan otot-otot leher. Pijat dan rileks-kan otot-otot yang tegang.

Hindari sumber stress.

Hindari berolahraga saat sakit kepala jika olahraga tersebut menambah nyeri pada kepala dan leher.

Minum vitamin C, vitamin B6, choline, triptofan, serta niacin dan/atau magnesium

2. Pengobatan a la Chiropraktik

Menurut kaidah chiropraktik, sakit kepala kadangkala disebabkan oleh bergesernya tulang belakang dari tempatnya, tapi karena pergeseran ini sangat sedikit biasanya tidak terdeteksi. Pergeseran ini bisa jadi disebabkan karena mengangkat barang yang berat atau posisi duduk yang salah yang bisa mengganggu syaraf-syaraf di tulang belakang sehingga menyebabkan sakit kepala. Chiropractor (praktisi chiropraktik) biasanya mengobati sakit kepala dengan mendorong tulang-tulang tersebut secara perlahan untuk mengembalikan posisinya.

Metode yang dapat melegakan sakit kepala yang disarankan oleh chiropractor adalah dengan melakukan peregangan otot leher ke kiri dan ke kanan secara perlahan dan lembut (peringatan : jangan melakukan gerakan berputar!). Hindari duduk dengan kepala tertunduk dalam waktu yang lama dan berbaring telentang dengan kepala disangga bantal. Jika hendak memakai bantal sebaiknya gunakan bantal yang dapat menyangga leher tapi tidak menyangga kepala terlalu tinggi. Saat berbaring miring, gunakan bantal untuk menyangga kepala dan leher. Saat duduk, contohnya bekerja dengan computer, sering-seringlah mengubah posisi duduk dan cermati apakah ada otot bahu yang tegang saat menyangga tangan.

3. Biofeedback

Dengan biofeedback, seseorang akan belajar mengendalikan fungsi tubuh yang diatur oleh syaraf tak-sadar, misalnya detak jantung. Beberapa fungsi tubuh seperti otot tegang, telapak tangan yang dingin dan dilepaskannya hormon-hormon dalam darah seperti adrenalin adalah kendali syaraf tak-sadar yang terlibat dalam sakit kepala.

Biofeedback berarti memanfaatkan informasi yang tersedia oleh tubuh yang dikendalikan oleh syaraf tak sadar, lalu secara sadar informasi-informasi tersebut dirubah agar sesuai dengan kehendak kita. Apabila hal ini dilatih terus menerus, orang akan terbiasa mengatur fungsi tubuhnya agar bekerja sesuai kehendaknya.

Fase I pada migrain mirip dengan respon tubuh terhadap rasa takut. Pada fase I, darah dari tangan dan kepala mengalir ke otot besar. Tangan, terutama ujung-ujung jari akan menjadi dingin karena darah tertarik keluar. Perasaan bingung atau ketidakmampuan untuk berpikir jernih yang muncul dalam fase I mirip dengan rasa takut. Rasa nyeri akan muncul di fase II, ketika pembuluh-pembuluh darah kepala dan leher over-reaksi dan melebar kembali ke bentuk yang lebih besar daripada ukuran normal. Sakit kepala ini dapat dicegah dengan menurunkan tingkat keparahan fase I yang kemudian dapat mencegah terjadinya fase II.

Tingkat hormon dalam darah yang menyebabkan kontraksi pembuluh-pembuluh darah, seperti serotonin dan adrenalin, bisa dikendalikan dengan biofeedback, misalnya dengan memikirkan hal-hal yang bersifat rileks dan menyenangkan. Kadar serotonin dapat dimonitor dengan memeriksa temperatur pada jari dan tangan misalnya dengan menggunakan thermometer atau dengan menempelkan telapak tangan pada pipi. Jika tangan terasa hangat atau panas, artinya sudah sesuai dengan suhu tubuh. Apabila hal ini sering dilakukan, lama-lama orang akan menemukan tehniknya sendiri-sendiri dalam mengendalikan fungsi tubuhnya.

Sumber : www.faqs.org dan www.cartercenter.org

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih :)